Share

Inilah Jenis-Jenis Sanksi Pajak dan Cara Menghindarinya

Last updated: 19 Nov 2025
126 Views
Konsultan Pajak, SMC - Kepatuhan pajak merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga reputasi dan keberlangsungan usaha. Dalam praktiknya, setiap wajib pajak memiliki kewajiban untuk melaksanakan administrasi perpajakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Namun, masih banyak wajib pajak yang belum memahami sepenuhnya terkait jenis-jenis sanksi pajak dan bagaimana cara menghindarinya.
 
Dalam sistem Indonesia, sanksi pajak berperan penting sebagai alat pengendali kepatuhan. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menegaskan bahwa setiap pelanggaran pajak, baik disengaja maupun tidak, memiliki konsekuensi yang tegas. Pemahaman mengenai jenis-jenis sanksi dan cara menghindarinya menjadi kunci agar wajib pajak dapat menjalankan kewajibannya tanpa risiko hukum di kemudian hari.
 
Memahami sanksi pajak bukan hanya untuk menghindari penalti, tetapi juga untuk membangun tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Artikel ini akan membahas secara lengkap jenis-jenis sanksi pajak serta cara menghindarinya, agar wajib pajak dapat lebih bijak dan tertib dalam menjalankan kewajiban perpajakannya.

Mengapa Sanksi Pajak Diperlukan?

Sanksi pajak tidak hanya berfungsi sebagai hukuman, melainkan juga sebagai alat pembinaan bagi wajib pajak. Berdasarkan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), sanksi diberikan agar wajib pajak lebih tertib dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajaknya sesuai aturan yang berlaku. Menurut DJP, pelanggaran perpajakan dapat digolongkan menjadi dua kategori utama: sanksi administrasi dan sanksi pidana. 
 
 

Jenis-Jenis Sanksi Administrasi Pajak

Sanksi administrasi diterapkan tanpa melalui proses pidana, biasanya karena kesalahan dalam hal administratif seperti keterlambatan atau kekurangan bayar. Berikut untuk penjelasannya.
 

1. Sanksi Bunga

Sanksi bunga berlaku bagi wajib pajak yang terlambat membayar atau menyetor pajak terutang. Untuk periode terkini yaitu periode November 2025 tarif bunga sanksi administrasi ditetapkan melalui KMK Nomor 8/MK/EF/2025 dan berlaku sejak 1 November 2025 hingga 30 November 2025. Dengan demikian, apabila Anda terlambat satu bulan saja dalam pemenuhan kewajiban pajak, tambahan bunga akan langsung dikenakan sesuai tarif baru untuk bulan tersebut.
 

2. Sanksi Denda

Sanksi denda diberikan atas keterlambatan penyampaian SPT. Sesuai Pasal 7 UU KUP, tarif denda adalah:
  • Rp100.000 untuk SPT Masa PPh,
  • Rp500.000 untuk SPT Masa PPN,
  • Rp1.000.000 untuk SPT Tahunan Badan,
  • Rp100.000 untuk SPT Tahunan Orang Pribadi.
Denda ini dapat berulang apabila keterlambatan terjadi beberapa kali dalam periode berbeda.
 

3. Sanksi Kenaikan

Sanksi kenaikan diterapkan apabila ditemukan kekurangan pajak akibat pemeriksaan atau kesalahan pelaporan. Nilainya dapat mencapai 50% hingga 100% dari jumlah pajak yang kurang dibayar. Misalnya, jika DJP menemukan penghasilan yang belum dilaporkan, maka nilai pajak yang kurang bisa dikalikan dua dengan sanksi tambahan.
 

Jenis-Jenis Sanksi Pidana Pajak

Sanksi pidana dikenakan jika terdapat unsur kesengajaan dalam pelanggaran pajak. Artinya, wajib pajak secara sadar menghindari kewajiban atau memalsukan data. Contoh pelanggaran pidana pajak meliputi:
  • Tidak mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP,
  • Tidak menyampaikan SPT,
  • Menyampaikan data atau dokumen palsu,
  • Tidak menyetorkan pajak yang sudah dipungut dari pihak lain.
Berdasarkan Pasal 39 UU KUP, pelaku pelanggaran pajak dapat dikenai pidana penjara 6 bulan hingga 6 tahun, serta denda dua hingga empat kali jumlah pajak terutang.

Cara Menghindari Pajak

Agar terhindar dari sanksi, wajib pajak perlu menerapkan langkah-langkah kepatuhan yang sistematis dan berkelanjutan.

1. Lapor dan Bayar Pajak Tepat Waktu

Gunakan sistem digital seperti e-Filing dan e-Billing untuk memastikan pembayaran dilakukan sebelum batas waktu. Kedisiplinan sederhana ini dapat menghindarkan Anda dari bunga dan denda administratif.

2. Pastikan Keakuratan Data Pajak

Kesalahan input data bisa menimbulkan kesan tidak patuh. Pastikan laporan keuangan, Faktur pajak, dan bukti potong telah sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku.

3. Lakukan Review Pajak Secara Berkala

Melakukan Tax Diagnostic Review secara berkala membantu mendeteksi potensi kesalahan sejak dini. Langkah ini memungkinkan perusahaan melakukan koreksi sebelum pemeriksaan pajak dilakukan oleh otoritas.
 
 

Mengikuti Peraturan Terbaru

Regulasi pajak di Indonesia terus berubah. Pantau informasi resmi melalui situs seperti DJP (pajak.go.id) atau portal berita lainnya yang terpercaya, agar tetap mengetahui pembaruan kebijakan yang relevan.
 
Sanksi pajak adalah bagian penting dari sistem perpajakan yang menjamin kepatuhan dan keadilan fiskal. Memahami jenis-jenis sanksi, baik administrasi maupun pidana, membantu wajib pajak menjalankan kewajiban dengan benar.
 
Dengan menerapkan prinsip kepatuhan pajak (tax compliance), perusahaan dapat menghindari risiko hukum dan menjaga reputasi bisnis tetap baik di mata otoritas pajak. Langkah sederhana seperti pelaporan tepat waktu, pencatatan akurat, dan evaluasi rutin dapat menjadi kunci utama untuk terhindar dari sanksi pajak.
 
Penting untuk diingat: evaluasi dan pemahaman pajak sebaiknya dilakukan bersama pihak yang kompeten dan berintegritas bukan untuk tujuan komersial, tetapi demi memastikan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku. 
 
 
Sumber:

Related Content
Mana yang Terbaik? Ini Perbedaan Merger Konsolidasi dan Akuisisi dalam Aksi Korporasi
Konsultan Pajak, SMC - Dalam dunia korporasi, istilah merger, konsolidasi dan akuisisi sering digunakan hampir bergantian, tetapi dari segi strategi bisnis, hukum dan operasional, ketiganya berbeda secara signifikan. Mengetahui perbedaan ini sangat krusial bagi para pemimpin perusahaan yang ingin memilih jalur pertumbuhan korporasi yang paling tepat.
21 Jan 2026
Biaya Non-Deductible: Risiko Besar Pajak Badan yang Tersembunyi
Konsultan Pajak, SMC - Biaya non-deductible merupakan salah satu elemen dalam perpajakan yang sering menjadi jebakan bagi perusahaan, terutama ketika penyusun laporan keuangan tidak memahami detail aturan yang berlaku dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh). Meski terlihat sederhana, kesalahan dalam mengklasifikasikan biaya bisa menyebabkan koreksi fiskal yang besar meningkatkan PPh terutang, hingga menimbulkan sanksi administrasi.
Tim Konsultan Pajak SMC
19 Jan 2026
Perbedaan SPT Masa dan Tahunan serta Cara Isi dan Lapor dengan Benar
Konsultan Pajak, SMC -   Seluruh Wajib Pajak di Indonesia wajib memahami perbedaan antara SPT Masa dan SPT Tahunan, termasuk bagaimana cara mengisi dan melaporkannya dengan benar. Dua jenis Surat Pemberitahuan (SPT) ini memiliki tujuan, periode, pelaporan dan formulir yang berbeda, sehingga pemahaman yang tepat penting untuk meminimalkan risiko salah lapor dan denda  administrasi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
14 Jan 2026
icon-whatsapp
Solusi Maxel Consultama
Typically replies in a few hours
Selamat Datang di Solusi Maxel Consultama, ada yang dapat kami bantu ?
Start Chat
Website ini menggunakan kukis untuk pengalaman terbaik Anda, informasi lebih lanjut silakan kunjungi Kebijakan Privasi and Kebijakan Kukis
Compare product
0/4
Remove all
Compare